Kamis, 19 September 2013

MODEL-MODEL KOMUNIKASI PERSPEKTIF POHON KOMUNIKASI

Prof. Dr. Nina W. Syam, M.S
Penerbit Simbiosa Rekatama Media
Cetakan I, September 2013 ,
210 Halaman
HVS 70 gram
Harga Rp. 125.000
Info dan Pemesanan 089643965153

 
Pada masa lalu, komunikasi bukan merupakan sebuah disiplin ilmu yang didasarkan pada model psikologi atau matematik, melainkan persimpangan akademik yang dilalui oleh banyak orang tetapi diperhatikan oleh sedikit orang saja. Sejak Wilbur Schramm menulis buku The Science of Human Communication, begitu banyak orang yang menikmati persimpangan itu sehingga pengembangan ilmu komunikasi masih sempit, komunikasi hanya dipandang sebagai proses penyampaian pesan melalui saluran-saluran tertentu.

Sejak tahun 1960-an, beberapa karakteristik ilmu komunikasi telah berubah. Schramm menyatakan bahwa penelitian komunikasi adalah penelitian kuantitatif, bukan spekulatif. Dalam hal ini, ilmu komunikasi disamakan dengan penggunaan alat ukur kuantitatif dalam ilmu pengetahuan social. Selanjutnya, berbagai atribut yang menandai ilmu komunikasi berubah dari atribut metodologis ke atribut teoretis. Aspek lain yang telah berubah adalah focus atau sumber yang menghasilkan berbagai gagasan penelitian.

Schraamm mencatat sejumlah kontribusi yang diberikan disiplin ilmu lain pada studi komunikasi, seperti psikologi, sosiologi, dan ilmu politik. Dalam satu atau dua decade terakhir, semakin banyak peneliti komunikasi yang menciptakan teori sendiri. Meskipun mereka masih mengandalkan disiplin ilmu lain untuk memperoleh sejumlah gagasan, tingkat ketergantungan mereka pada disiplin ilmu lain semakin berkurang. Komunikasi pun berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu.

Menyimak sejarah penelitian komunikasi, dapat dilakukan analisis dan sintesis melalui usaha rekonstruksi (membangun kembali) ilmu komunikasi melalui perspektif yang berbeda. Penulis mencoba merekonstruksi ilmu komunikasi melalui Perspektif Pohon Komunikasi, sebuah pemikiran fenomenal yang disampaikannya pada saat pengukuhan sebagai guru besar (2001), dan kini menjadi sebuah buku dengan judul MODEL-MODEL KOMUNIKASI PERSPEKTIF POHON KOMUNIKASI.

Buku ini merupakan buah pemikiran penulis selama puluhan tahun memberi kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, mulai program S1 sampai S3. Karena itu , buku ini akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa ilmu komunikasi di seluruh program, yang senantiasa haus akan perkembangan ilmu komunikasi.

#ModelKomunikasi #BukuKomunikasi #BukuSimbiosa #SeriPohonKomunikasi

Senin, 24 Juni 2013

JADILAH DIRI SENDIRI

Bambang Qomaruzzaman

 
Cetakan I, 2012
ISBN : 978-979-3782-83-6
15 x 21 cm, 144 Halaman
Isi : HVS 70 gram, B/W ; Sampul : AC 210 gram
Penjilidan : Perfect Binding
Harga : Rp. 40.000



Kamu mungkin tidak pernah menyadari bahwa kehadiranmu di dunia ini, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, adalah karena keinginan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. siapa pun boleh meragukan kemampuanmu, tetap Tuhan begitu percaya kepadamu. Tuhan menginginkan kehadiranmu, Tuhan sudah menyediakan skenario yang terbaik untukmu. 

Kami bisa saja tidak pede karena mukamu penuh jerawat, badanmu kegemukan, kulitmu hitam, dll. Namun, semuanya adalah modal yang harus kamu terima. Begitu kamu menerima kondisi tubuhmu, jalan menuju keberhasilan akan terbuka. Sekali saja kamu menolak, seluruh jalan keberhasilan akan tertutup, dan kamu akan terlempar pada keputusasaan yang tidak ada ujungnya. Kamu tidak butuh benda-benda untuk mengubah tubuhmu. Yang kamu butuhkan hanyalah keyakinan bahwa kamu adalah pemeran utama dalam skenario Tuhan. Orang lain, sehebat apa pun dia, hanya menjadi pemeran pembantu.


JADILAH DIRIMU, itulah yang seharusnya segera dilakukan olehmu sebagai anak muda. Apa pun yang kamu terima dari Tuhan adalah anugerah yang akan mengantarkanmu pada cita-citamu. Sekarang bergantung pada pilihanmu saja; mau komplain atau menggunakan apa yang ada sebagai modal dasar pengembangan diri. Menjadi diri sendiri, pada tahap awal membutuhkan keikhlasan menerima bentuk tubuh. Setelah kita bisa berdamai dengan bentuk tubuh, barulah kita dapat mengembangkan kehebatan lain yang tersembunyi.


Dalam buku ini Bambang Q mengemukakan sejumlah tips untuk memahami diri sendiri secara santai dan cerdas. Selain itu, kamu juga akan menemukan cara mengatasi msalah lain yang membayangi dirimu: ortu, waktu, mimpi gaul dan belajar. Percayalah, tidak ada lagi yang membuat kamu tidak pede, terutama setelah kamu membaca buku ini : JADILAH DIRI SENDIRI!


Buku Penumbuh dan Pengembang Karakter Remaja Lainnya :

1. MEMIMPIN DIRI DAN MERAIH PRESTASI

2. SUKSES DALAM BERTEMAN

Untuk informasi dan Pemesanan Buku ini bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media

Minggu, 23 Juni 2013

SUKSES DALAM BERTEMAN

Adi Kurnia

Cetakan I, 2012
ISBN : 978-979-3782-82-9
Ukuran : 15 x 21 cm
Halaman : 144 Halaman
Kertas isi : HVS 70 gram,

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana Nabi Adam pertama kali diciptakan Tuhan? Di Surga semua yang dia inginkan ada, tapi dia tidak mempunyai teman yang sama seperti dirinya. Sepi sekali ya? Tidak ada orang bisa diajak curhat atau nongkrong. Makanya setelah Tuhan menciptakan Hawa sebagai teman hidupnya, Adam kegirangan. Ada teman yang bisa mengisi hari-harinya yang sepi.

Bayangkan kalo hal itu terjadi pada kamu! kamu sendirian di dunia, tidak ada yang lain. Atau, banyak yang lain, tetapi tidak bisa berinteraksi dengan mereka. Atau, tiba-tiba teman-temanmu menjauh. Orang lain tidak lagi peduli kepadamu. Bahkan sahabat atau pacar yang kamu anggap paling setia pun tiba-tiba mengacuhkan kamu!

Kamu tentu tidak mau seperti itu, bukan? Makanya, kamu mesti pandai-pandai menjaga hubunganmu dengan orang lain. Kamu harus menguasai seni berteman (bergaul) dengan orang lain. Pertemanan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Melalui pertemanan, manusia membentuk jati diri dan karakternya. Melalui pertemanan juga, manusia menemukan sisi terbaik atau terburuk dari kehidupannya untuk dijadikan pelajaran hidup dimasa yanga akan datang.

Buku ini mengajak kamu untuk mengenali, menghadapi, menghindari atau mengatasi persoalan hidup melalui rambu-rambu pertemanan. Buku ini tidak hanya memberi kamu pedoman berteman, tapi juga berisi bagaimana cara berkomunikasi dan menyadari kesalahan dalam berteman. Buku ini juga membuat kamu menyadari bahwa apa yang sering kamu lihat dan dengar bisa menjadi sumber inspirasi dalam berteman. Jika tidak percaya, baca saja buku ini sampai tuntas.

Untuk informasi dan pemesanan buku bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media

Kamis, 13 Juni 2013

MENJADI MALAIKAT UNTUK ANANDA


Didin Yuniardi, M.M.

Cetakan I, 2013
ISBN : 978-602-7973-02-2
Ukuran : 15 x 21cm
Halaman :  148 Halaman
Kertas isi : HVS 70 gram

Mengejutkan atau mungkin menakutkan bahwa mayoritas anak-anak pernah melawan orang tua. Hal ini dapat berdampak pada ketidakharmonisan rumah tangga, yang lambat laun akan menghancurkan rumah tangga yang telah dibina selama ini.

Ada baiknya sebagai orang tua tidak panik atau reaktif untuk memprotes, dan berdebat ketika anak tidak pernah mau mendengar dan melawan. Bauang jauh pikiran untuk mencari kambing hitam. Sebaiknya kita (orang tua)  mulai mengawali dengan mengetahui gejala perilaku anak BELAGU (Benci dengan orang tua, Enggan berkomunikasi, Lu-lu gua-gua, Angkuh, Gagal dan Urakan pola hidupnya). Dari sini kita dapat mendeteksi bahwa mereka sebagai anak mulai merespon kelakuan kita yang mereka anggap salah.

Buku ini memberikan solusi untuk mengatasi perlawanan anak terhadap orang tua. Salah satunya adalah memahami pengelolaan bahasa tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki, baik berupa simbol maupun peran dan fungsinya; dan menghayati bahwa Sang Pencipta memberikan semua kenikmatan yang ada pada tubuh kita secara menyeluruh dan mutlak. Namun, sudahkah kita mempergunakannya untuk hal yang positif, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk anak-anak kita?

Naskah buku ini telah mendapat testimoni positif dari beberapa tokoh yang cukup kita kenal, diantaranya Kak Seto Mulyadi. "Buku Menjadi Malaikat Untuk Ananda merupakan sebuah buku tentang bagaimana orang tua seharusnya menjunjung tinggi hak anak, yaitu membuat setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal agar bisa menjadi pribadi unggul di masa depan. Kang Didin Yuniardi menulis buku ini dengan apik, disertai contoh-contoh konkret tentang bagaimana permasalahan yang sering dihadapi oleh para orang tua berikut cara-cara pemecahannya. Ditulis dengan menggunakan kalimat sehari-hari yang jelas dan enak dibaca sehingga terasa lebih hidup dan mudah dimengerti. Perlu dibaca oleh para orang tua yang mendambakan terciptanya sebuah keluarga yang harmonis. Semoga" demikian testimoni Kak Seto yang tertulis di Cover belakang buku ini.

Untuk informasi dan pemesanan silahkan Simbiosa Rekatama Media

Kamis, 02 Mei 2013

THE END OF SARITEM, Study Komunikasi Politik

Drs. Pitoyo, M.I.Kom

 
Cetakan I, 2013
ISBN : 978-602-7973-01-5
Ukuran : 15 x 21 cm
Halaman : 192 Halaman
Kertas isi : HVS 70 gram,


Informasi harga terkini kontak WA ke 089643965153

Keberadaan lokalisasi Saritem yang telah berlangsung sekitar dua abad, pada awal pemerintahan Wali Kota Bandung Dada Rosada mulai diusik masyarakat, khususnya organisasi massa Islam di Kota Bandung.

Sebelumnya desakan masyarakat kepada pemerintah Kota Bandung untuk menutup Saritem ini mulai terasa pada tahun 2000 pada masa pemerintahan Wali Kota Aa Tarmana yang direspon dengan melakukan pembinaan pada warga sekitar Saritem dengan mendirikan Pondok Pesantren Daar at Taubah yang selesai pembangunannya tanggal 2 Mei 2000.

Upaya pembinaan lokalisasi Saritem ternyata belum memuaskan masyarakat Kota Bandung.Eskalasi tuntutan meningkat dari desakan untuk menertibkan  menjadi tuntutan agar lokalisasi Saritem ditutup secara permanen.

Pada 7 April 2007, sebuah organisasi massa Islam bernama Bandung Maksiat Watch (BMW) didirikan dan dihadiri oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada. Ketua BMW dalam sambutannya meminta dengan tegas agar wali kota Bandung menutup lokalisasi Saritem dalam waktu secepatnya setahun dan paling lambat dua tahun.

Wali Kota Bandung Dada Rosada dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah Kota Bandung sangat serius untuk melakukan penutupan Saritem sesuai Perda K3. Untuk itu, pemerintah Kota Bandung menegaskan sanggup menutup lokalisasi Saritem dalam waktu satu bulan.
Wali Kota Bandung pun meminta dukungan semua organisasi massa Islam di Kota Bandung  untuk turut menyosialisasikan program yang mendadak ini agar target waktu satu bulan  dapat terealisasi dengan baik. Hal yang terpenting, yakni penutupan lokalisasi Saritem secara damai tidak ada konflik horizontal di masyarakat kota Bandung

Bagaimana Komunikasi Politik Wali Kota Bandung Dada Rosada kepada masyarakat di Saritem, mucikari, PSK dan organisasi massa Islam serta masyarakat di luar Saritem sehingga penutupan berjalan lancar? Inilah hal yang menarik penulis buku ini untuk melakukan penelitian dan menghasilkan buku dengan judul THE END OF SARITEM, Study Komunikasi Politik

Untuk informasi dan pemesanan bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media


Selasa, 26 Maret 2013

KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Dr. Yosal Iriantara 
Usep Syaripudin, M.Ed


Cetakan I, 2013
ISBN : 978-979-7973-00-8
Ukuran : 16 x 24 cm
Halaman :  208 Halaman
Kertas isi :  HVS 70 gram,

Dunia pendidikan kita sedang bergiat dengan peningkatan mutu. Tema tentang mutu pendidikan menjadi pembahasan di berbagai forum. Berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan Indonesia. Secara manajerial, konsep yang awalnya dipergunakan dalam dunia bisnis juga mulai dijalankan dalam mengelola lembaga pendidikan. Manajemen strategis, Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management, diterapkan juga di lembaga pendidikan. 
Namun, Max de Pree menulis pernyataan yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. "Kita bicara soal mutu barang dan jasa. Tapai bagaimana dengan mutu relasi kita, mutu komunikasi kita, dan mutu janji-janji kita kepada orang lain?" Pernyataan itulah yang membuat kita juga perlu memperbaiki terus mutu komunikasi dan relasi kita, khususnya di lembaga pendidikan dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan.

Perbaikan mutu komunikasi dan relasi lembaga pendidikan dengan stakeholder merupakan salah satu prasyarat dalam memperbaiki mutu pendidikan kita. Proses pendidikan pada dasarnya merupakan proses komunikasi antara pendidik dan terdidik serta antarterdidik sendiri. Komunikasi yang baik tentunya akan berdampak pada hasil belajar.

Buku ini memadukan konsep yang dikembangkan dalam ilmu komunikasi dan ilmu pendidikan untuk memperbaiki mutu komunikasi dan relasi lembaga pendidikan dengan stakeholder. Karena itu, buku ini selain dimaksudkan untuk mahasiswa yang mendalami administrasi/manajemen pendidikan, juga untuk mahasiswa ilmu komunikasi yang tertarik pada dunia pendidikan, serta praktisi pendidikan pada berbagai alur dan jenjang pendidikan.

______________
Tentang Penulis :

Dr. Yosal Iriantara adalah dosen Fakultas Ilmu Komunikasi dan Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara, serta konsultan di beberapa kementerian. Pendidikan S-1 diselesaikan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung. S-2 diselesaikan di Program Pascasarjana Universitas Nusantara Bandung, dan S-3 di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Usep Syaripudin, M.Ed adalah dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara dan Program Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon. Sarjana Pendidikan (S.Pd) bidang Bahasa Inggris diraih dari FKIP Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Master Ilmu Pendidikan (M.Ed) dari University of Arkansas, Fatetteville, USA, pada bidang Educational Leadership.

Untuk Informasi dan Pemesanan buku ini bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media

Rabu, 20 Maret 2013

KOMUNIKASI POLITIK PADA ERA MULTIMEDIA

Roni Tabroni


Cetakan I, 2012
ISBN :978-979-3782-89-8
16 x 24 cm, 196 Halaman
Isi : HVS 70 gram, B/W ; Sampul : AC 210 gram
Penjilidan : Perfect Binding
Harga : Kosong/Revisi



Perubahan sistem pemili di Indonesia telah membuka ruang partisipasi publik dalam bentuk pemilihan langsung. Kemenangan pun tidak lagi ditentukan berdasarkan nomor urut, tetapi berdasarkan banyaknya suara yang memilih. Untuk mendapatkan simpati publik dan memperoleh suara terbanyak pada saat pemilu, pola-pola kampanye tradisional sudah tidak zaman lagi. Masyarakat tidak bisa lagi didikte, mereka punya kebebasan untuk menentukan sikap dan pilihan politiknya. Mau tidak mau cara berkomunikasi dalam proses kampanya politik pun harus menggunakan pola-pola modern yang lebih kreatif dan inovatif dengan menyertakan konsultan PR, termasuk di dalamnya media apa yang akan digunakan.

Media massa dan politik tidak bisa dipisahkan karena media memiliki posisi sebagai saluran komunikasi politik yang sangat efektif. Media massa memainkan peran yang sangat penting dalam politik. Ia memiliki kemampuan untuk membuat seseorang  cemerlang dalam karier politiknya. Selain melalui media cetak dan elektronik, seiring dengan semakin bertambahnya pengguna internet saat ini, internet dapat dijadikan media kampanya yang efektif. Obama telah membuktikan kesuksesannya bukan hanya dalam konteks penggunaan internet dan media sosial sebagai media kampanye yang efektif, melainkan juga sangat ampuh dalam meraih simpati publik.

Buku ini memberikan wacana baru tentang bagaimana menjadikan internet dan media sosial sebagai bagian dari diskursus yang harus dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses kampanye politik di lapangan.

Disajikan berdasarkan urgensi pesan yang diawali dengan konsep dsar komunikasi dan komunikasi politik : etika komunikasi; opini publik; pemasaran politik; sampai pemahaman tentang media, termasuk internet dan media sosial

Disajikan pula contoh penggunaan internet dan media sosial dalam aktivitas politik, khususnya dalam kampanye pemilihan Presiden Amerika 2008 dan 2012. Buku ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen komunikasi politik, para praktisi politik, tim kampanye politik, serta masyarakat yang tertarik dengan wacana komunikasi politik.

Buku lain terkait judul buku ini :
    Penulis : DR. Mahi M. Hikmat

Untuk Informasi dan Pemesanan buku bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media