Kamis, 28 Oktober 2010

DAHSYATNYA SALAT, Kunci Sukses Dunia Akhirat

Penulis

:

Enjang AS
Cetakan I
:
Mei 2010
ISBN
:
979-3782-59-1
Ukuran
:
15X 21 cm
Halaman
:
X + 142 ( 152 Halaman)
Kertas
:
Isi HVS 70 gr, Cover AC 210 gr
Warna
:
Isi BW, Cover FC

Buku ini terdiri dari 17 tulisan tentang Salat (Sholat) : Kekuatan Salat; Urgensi Salat Dalam Meraih Kesuksesanj; Salat Berkualitas; Salat Dengan Khusyuk; Salat Bermakna; Salat dengan Cinta; Salat Meningkatkan Kedisiplinan; Salat Penggapai Harmoni Hidup; Salat sebagai Penolong; Salat Memancarkan Pesona; Salat Pakaian Kecerdasan Spiritual; Salat Membangun Legenda Hidup; Integrasi Salat Menyehatkan; Salat Memperkuat Daya Ingat; Mukjizat Gerakan Salat; Salat Sunnah Menggandakan Kesuksesan dan Memaksimalkan Salat.

Berikut 2 intisari tulisan yang ada pada buku DAHSYATNYA SALAT.
KEKUATAN SALAT
Beruntunglah orang yang senantiasa mengutamakan salat, sekalipun pekerjaan menumpuk, aktivitas menggunung, dan kesibukan memenuhi hari-harinya. Semakin sering kita melakukan salat dan semakin tinggi kualitas salat kita, akan semakin kukuh dan kuatlah diri kita. Dengan menegakkan salat, seberat apapun masalah atau beban yang dipikul, akan terasa ringan.
Memang benar, salat akan memberikan energi tambahan bagi yang melakukannya. Setiap gerakan dan bacaan salat mengandung percikan-percikan energi yang jika disatukan akan membentuk energi yang luar biasa dahsyatnya.
Dalam setiap bacaan salat, terkandung pesan-pesan yang membangkitkan motivasi, membangun kesadaran, dan memunculkan energi yang menjadi sumber kekuatan bagi setiap orang yang melaksanakannya. Setiap bacaan salat yang diungkapkan dengan penuh kesadaran akan sangat berpengaruh pada proses pembentukan sikap, karakter, dan perilaku bagi orang-orang yang senantiasa istiqamah dalam menegakkan salat.
SALAT BERKUALITAS
Coba tanyakan pada diri kita, apakah kita sudah memahami, menyadari, dan tahu jawabannya untuk apa salat?
Tiga kategori Salat yang tidak memberikan manfaat:
1. Salat Kusala, yaitu salat dipandang sebagai tameng. Salat yang penuh tipu daya, misalnya agar dapat digolongkan orang baik.
2. Salat Sahun, yaitu seseorang yang melakukan salat , namun tetap lalai sehingga salatnya itu hanya berbentuk formalitas tanpa makna. Lalai disini adalah orang yang tidak dapat mengambil manfaat dan pelajaran dari salat yang dikerjakannya dan terjebak pada rutinitas salat.
3. Salat Muka’an mutasyahidan, yaitu kategori orang yang melaksanakan salat bagaikan bersiul dan bertepuk tangan sebagai symbol memperolok-olok dan cermin pengingkaran perintah agama.
Tiga Kategori Salat yang memberikan manfaat:
1. Salat Yuhafidun, yaitu orang yang melaksanakan salatnya senantiasa memelihara syarat, rukun, adab dan waktu pelaksanaannya.
2. Salat Khosyiun, Yaitu selain melaksanakan criteria yuhafidun juga orang tersebut melaksanakannya dengan khusyu dan khudhu (Ketundukan dan kehadiran kalbu) di hadapan Allah SWT.
3. Salat Daimun, yaitu seseorang yang menjaga kualitas dan criteria salat pertama dan kedua, juga mengaktualisasikan nilai guna salat dalam kehidupannya.
MASUK KATEGORI/KRITERIA MANA SALAT KITA?

Rabu, 27 Oktober 2010

MENJADI GURU DAHSYAT GURU YANG MEMIKAT, Melalui Pendekatan Teknologi Pikiran Bawah Sadar Hypnoteaching dan NLP

Penulis
:
Freddy Faldi Syukur
Cetakan I
:
Februari 2010
ISBN
:
979-3782-57-7
Ukuran
:
15 x 21 cm
Halaman
:
XVIII + 164 (182  halaman)
Kertas
:
Isi HVS 70gr, Cover AC 210 gr
Warna
:
Isi BW, Cover FC


Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan besar:

1. Bagaimana mengajar secara DAHSYAT, Efektif, Komunikatif dan MEMIKAT?
2. Bagaimana mengendalikan emosi di kelas dalam waktu 2 menit?
3. Bagaimana menjadi pusat perhatian di kelas?
4. Bagaimana menguasai kelas?
5. Bagaimana menikmati kegiatan mengajar?

Dalam buku ini penulis mencoba sebuah pendekatan yang berbeda, yaitu Hypnotherapy dan NLM (Neuro Lingustic Program).

Melalui pendekatan Hypnothery, guru dikenalkan pada :
1. Otak dan sistem pikiran
2. Pemrograman alamih pikiran bawah sadar
3. Tahap-tahap hipnosis

NLP penting dipelajari oleh guru untuk:
1. Mengontrol emosi dan persepsi
2. Menciptakan komunikasi yang akrab dengan orang-orang yang sulit
3. Mengetahui beragam karakter murid (visual, auditori, atau kinestetik)
4. Mengetahui dan menguasai keterampilan ilmu komunikasi yang handal

Komentar tentang buku ini :

"Menggunakan konsep hipnosis dan neuro linguistic programming dalam pembelajaran di sekolah formal merupakan terobosan yang akan memberikan warna tersendiri dalam proses belajar mengajar. Jika dipraktikkan dengan baik, hasilnya akan luar biasa" Andrias Harefa, Penulis Best Seller Book

"Buku ini sangat membantu para guru untuk menjadi guru yang DAHSYAT, bukan hanya teori, melainkan juga aplikasi langsung. Saya percaya buku ini akan membantu mencerdaskan bangsa" Nanang Qosim Yusuf, Penutur Kesadaran Indonesia & Master Trainer The 7 awareness

"Buku ini menjadi bacaan pentng untuk menyadarkan para pendidik bagaimana mereka dapat menjadi guru-guru yang DAHSYAT; yang dapat mengembangkan generasi penerus yang DAHSYAT pula" Erni Julia Kok, Master Trainer NLP

"Buku ini memberikan inspirasi kepada guru-guru kita untuk menjadi guru yang DAHSYAT, guru yang MEMIKAT. Salam DAHSYAT" Tung Desem Waringin, Pelatih Sukses No.1 di Indonesia, Penulis Best Seller Book: Financial Revolution dan Marketing Revolution.

Bagi yang ingin menghubungi Freddy, bisa kontak ke 081378980769 atau email: freddy_godiamond@yahoo.com atau facebook di nama FREDDY FALDI SYUKUR

Buku referensi untuk para pendidik/guru lainnya:

MENDIDIK DENGAN TUJUH NILAI KEAJAIBAN
   Penulis : Freddy Faldi Syukur

2 22 PRINSIP KOMUNIKASI EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK
   Penulis : Ike Junita Ekomadyo, S.Sos, M.Si

3 CARA CERDAS MENDIDIK YANG MENYENANGKAN
   Penulis : Asep Mahfudz
 

Senin, 09 Agustus 2010

100 PIKIRAN YANG MENCERAHKAN DAN MEMPERKAYA HIDUP

Penulis
:
Edi Susanto
Cetakan I
:
Juli  2010
ISBN
:
979-3782-62-1
Ukuran
:
15 x 21 cm
Halaman
:
XVI + 304 (320  halaman)
Kertas
:
Isi HVS 70gr, Cover AC 210 gr
Warna
:
Isi BW, Cover FC


Ada 3 hal dalam hidup yang paling dicari banyak orang, yakni kesuksesan, kebahagiaan, dan kekayaan. Semua orang bersedia berjuang dan rela berkorban untuk mendapatkannya. Namun, hanya sebagian kecil saja yang mampu meraih ketiganya. Apakah mereka yang berhasil tersebut memiliki kemampuan lebih dibandingkan mereka yang gagal? Apakah mereka yang berhasil memiliki peluang atau kesempatan yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang gagal? Apakah mereka yang berhasil lebih beruntung dibandingkan mereka yang gagal? Jawabannya adalah TIDAK. Ya, Anda tidak salah baca. Lalu, apa yang menyebabkan orang berhasil, bahagia dan kaya raya jika bukan karena kemampuan, kesempatan dan keberuntungan?

Jawaban atas pertanyaan terakhir inilah yang mendorong saya menulis buku ke-2 saya (setelah Buku Becoming A Young Richman, terbitan Simbiosa). Yang menyebabkan orang sukses, bahagia, dan kaya adalah PIKIRAN mereka, lebih khususnya adalah POLA PIKIR atau MINDSET. Studi informal saya selama lebih kurang 5 tahun melalui penelusuran ribuan literatur, wawancara dengan orang dari beragam latar belakang, terungkap bahwa halangan terbesar untuk meraih kesuksesan, kebahagiaan, dan kekayaan adalah pikiran yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan.

Saya menemukan ada 5 pikiran yang membawa pemiliknya ke dalam jurang kegagalan, kesengsaraan, dan kemiskinan. Periksalah dengan teliti, siapa tahu Anda masih memiliki stok pikiran berikut:
1. Pikiran yang membatasi;
2. Pikiran yang memberikan alasan;
3. Pikiran yang memberikan penilaian;
4. Pikiran yang tertutup; dan
5. Pikiran yang statis.

Jika di dalam diri Anda masih terdapat pikiran-pikiran tersebut, buanglah secepat mungkin tanpa perlu berpikir lagi, dan ganti dengan 5 pikiran pembangun kesuksesan, yaitu:
1. Pikiran yang membebaskan;
2. Pikiran yang memberi solusi;
3. Pikiran yang memahami;
4. Pikiran yang terbuka; dan
5. Pikiran yang dinamis.

Mari kita selami lebih dalam lagi lima pikiran pembunuh kesuksesan dan lima pikiran pembangun kesuksesan tersebut!

1. Pikiran yang Membatasi vs Pikiran yang Membebaskan

Orang yang berpikiran membatasi bisa dikenali dari perkataannya: “Saya cuma lulusan SD”, “Itu bukan bidang Saya”, “Saya tidak memiliki modal untuk memulainya”, dan perkataan-perkataan lain yang membatasi dan mengerdilkan diri. Orang yang dalam pengaruh pikiran yang membatasi tidak berani mengambil tindakan besar atau tampil beda, dan tidak percaya diri. Pikiran yang membatasi bisa dibunuh dengan menggunakan pikiran yang membebaskan, seperti: “Meskipun cuma lulusan SD, saya bisa sukses jika terus belajar dan mengambil tindakan”, “Bidang pekerjaan apa pun bisa saya kuasai asalkan saya bersedia mempelajarinya dengan tekun”. Anda perlu melindungi diri dari serangan pikiran yang membatasi--tidak mungkin dan tidak bisa--dengan membangun benteng pertahanan dengan selalu berpikiran membebaskan--semua mungkin dan semua bisa jika saya terus belajar dan berusaha keras untuk mencapainya.

2. Pikiran yang Menyalahkan vs Pikiran yang Memberi Solusi

Pernahkan Anda mendengar orang yang mengatakan, “gara-gara orang tua tidak sanggup untuk menguliahkan saya, masa depan saya jadi suram”. Berhati-hatilah dengan dia karena dia telah dikuasai pikiran menyalahkan yang akan menyeretnya ke jurang kegagalan kalau tidak segera menyadarinya. Pikiran menyalahkan bisa dibunuh dengan menghadirkan pikiran yang memberi solusi. Jika orang tua tidak mampu untuk menguliahkan, solusinya apa? Mendapatkan beasiswa, kuliah sambil kerja dan masih banyak solusi lainnya yang bisa kita temukan untuk mengatasi masalah tersebut.

3. Pikiran yang Rajin Menilai vs Pikiran yang Memahami

Jika Anda pernah bertemu dengan orang yang sering mengatakan, “Benar aja, bapaknya kan pejabat, jadi dia mudah diterima kerja, sedangkan aku kan cuma anak orang biasa” atau “terang aja kuliahnya kan di luar negeri, jadi gajinya lebih tinggi dari aku yang cuma kuliah di universitas swasta dalam negeri”. Dia adalah orang yang telah dirasuki oleh pikiran yang menilai. Bentengi diri Anda dari pikiran itu dengan menumbuhkan pikiran yang memahami. Meskipun anak pejabat, dia orang yang mandiri dan berprestasi, tidak mengandalkan fasilitas dan pengaruh orang tuanya sehingga dia mudah diterima kerja. Di samping kuliah di luar negeri dengan prestasi akademik yang bagus, di perusahaan dia juga memiliki kinerja yang baik dan produktivitas yang tinggi sehingga gajinya pun tinggi.

4. Pikiran yang Tertutup vs Pikiran yang Terbuka

Pikiran tertutup akan membuat orang merasa dirinya yang paling benar dan sulit untuk menerima sudut pandang orang lain yang berbeda. Akibatnya, dia sulit untuk berubah dan meraih sukses. Sebaliknya, pikiran yang terbuka mampu menerima ide dan pandangan orang lain dengan tetap memiliki filter untuk menyaring mana yang akan diambil dan mana yang sekadar lewat.

5. Pikiran Statis vs Pikiran Dinamis

Pikiran yang stagnan, tidak berkembang, akan sangat menghambat tercapainya kesuksesan, kebahagiaan, dan kekayaan. Sebagai contoh: orang yang berpikir bahwa satu-satunya cara untuk menjadi kaya adalah dengan bekerja keras, akan tertinggal kekayaannya dengan orang yang bekerja dengan cerdas dan keras. Kita perlu memiliki pikiran dinamis, terus berkembang untuk menemukan formula-formula baru dalam meraih kesuksesan, kebahagiaan, dan kekayaan dengan lebih mudah, serta cepat.

Seratus Pikiran Jutawan yang dikupas dalam buku ini memiliki karakteristik lima pikiran pembangun kesuksesan tersebut. Bacalah dengan pikiran yang membebaskan, memberikan solusi, memahami, terbuka dan dinamis, maka Anda akan mendatangkan para malaikat pembangun kesuksesan untuk tinggal dan menetap dalam diri Anda. Anda bisa membaca secara acak, mulai dari pikiran yang Anda sukai atau urut dari pikiran #1-#100. Up to you.

Materi yang dikandung dalam buku ini, tersusun dari 100 Pikiran yang terdiri dari 44 Pikiran Jutawan yang sudah pernah saya kemas dalam format audio CD dan saya tambahkan 56 Pikiran Jutawan baru. Seratus pikiran tersebut saya kelompokan dalam 2 bagian. Bagian pertama: Pikiran yang Mencerahkan Hidup, terdiri dari 54 Pikiran; dan bagian kedua: Pikiran yang Memperkaya Hidup, terdiri dari 46 Pikiran. Dengan membaca dan merenungkan pikiran yang ada pada bagian pertama buku ini, Anda akan menemukan cara pandang baru dalam menjalani hidup dan menemukan solusi alternatif bagi problematik hidup Anda. Akhirnya, inspirasi pun membanjiri pikiran Anda setelah Anda selesai membacanya. Dengan membaca dan mempraktikkan pikiran yang ada pada bagian kedua buku ini, Anda akan menemukan mindset para jutawan dan formula-formula yang mereka gunakan untuk menciptakan kekayaan yang melimpah. Muaranya, Anda akan mampu menjadi jutawan seperti mereka.
Diakhir setiap pikiran, saya tutup dengan mengajukan pertanyaan yang bisa dijadikan cermin atau bahan renungan harian Anda untuk memperbarui kehidupan Anda, baik secara keseluruhan maupun kondisi finansial Anda. Atau saya tutup setiap pikiran dengan memberikan tindakan-tindakan yang harus Anda ambil untuk mewujudkan kekayaan pikiran menjadi kekayaan hidup dan kekayaan finansial. Izinkanlah 100 Pikiran Jutawan dalam buku ini selalu menemani hari-hari Anda untuk terus mencerahkan dan memperkaya hidup Anda. Selamat membaca! Semoga tercerahkan, dan hidup semakin berlimpah.

Buku Motivasi karya Edi Susanto lainnya:

Buku Motivasi terbitan Simbiosa lainnya:

Rabu, 28 Juli 2010

AYAT KURSI : MENJADI REMAJA PEMBERANI




Penulis
:
Bambang Q-Anees
Cetakan I
Cetakan II
:
Agustus 2007
Oktober 2009
ISBN
:
979-3782-31-5
Harga
:
Rp. 41.400
Ukuran
:
15 x 21 cm
Halaman
:
132 Halaman
Kertas
:
Isi HVS 70 gram, Jilid AC 210 gram
Warna
:
Isi 2 Warna, Cover Full Color




KUBURAN TUA DAN PAK DAMIN

“Nah, anakku,”lanjut Pak Mursyid, “agar kamu bisa faham ayat kursi ini kamu harus mencari maknanya sendiri. Kamu harus keluar, bertemu dengan orang-orang dengan pelbagai profesi, ngobrollah dengan mereka dan bertanyalah tentang isi Ayat Kursi ini. Ayat ini berisi tentang Yang Mahahidup dan Yang terus-menerus Mengurusi, Mengembangkan. Cobalah kau datangi pembuat nisan (penggali kubur) di pinggir kota ini. Ngobrollah dengan tukang ronda dan orang paling kaya” demikian tugas Pak Mursyid kepada Hagia.

Simak obrolan dan pengalaman menarik Hagia beberapa hari bersama penjaga kubur, Pak Damin, yang dingin dan Aki Muslih si tukang ronda. Mengapa Hagia harus bertemu dua tokoh ini untuk dapat memahami Ayat Kursi.

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini :


· Kekuasaan Allah lebih besar daripada tipu daya siapa pun.
· Allah terus menerus berjaga untuk keselamatan hamba-Nya yang terus meyakini
kekuasaan-Nya.

Komentar Pembaca :

· “Bukunya bagus banget! Apalagi tentang Ayat Kursi-nya. Aku tersentuh banget pas baca buku ini. Pokoknya acungin jempol buat yang nulis. Semoga banyak novel islami kayak gini, biar para remaja tau gunanya membaca ayat-ayat Al-Quran.”
(Lidia Tyas, Kelas VII, SMPN 28 Bandung)

· ”Subhanallah ..Al-Quranku emang bener-bener keren! Buku ini membahas secara detail isi dan makna Ayat Kursi dengan gaya bercerita yang cocok buat para remaja. Jadi gampang untuk dimengerti. Sukses deh bwt penulisnya. Pokoknya buku ini keren banget! Wajib dibaca! (Fathiyah Rahmi Hidayat, Kelas XII IPA, SMAN 3 Bandung)

· “Isi bukunya bagus banget dan bermanfaat banget buat para remaja sekarang. Banyak ngajarin kita untuk lebih pasrah kepada-Nya dan ngeyakinin kita untuk tidak sedikit pun meragukan-Nya. Buku ini akan bermanfaat buat temen-temen remaja”
(Sulastri, Kelas XII IPS, SMAN 11 Bandung)

· “Satu lagi karya Bambang Q-Anees yang penuh dengan pencerahan. Remaja Muslim wajib membaca, menghayati, dan mengamalkannya. Buku ini dapat mengubah cara pandang dan hidup kita, dapat menjawab pertanyaan yang sering muncul dalam diri kita, khususnya remaja. Dahsyat! Insya Allah, akan menjadi ilmu yang sangat bermanfaat.”
(Arifa, Fakultas Kedokteran UNISBA, 2006)

· “Luar biasa…Buku yang sangat cocok tidak hanya untuk remaja tetapi juga untuk kaum dewasa. Perpaduan yang khas antara cerita sarat hikmah dan penulisan dengan gaya bahasa yang lugas dan natural. Memuat pembacanya terjebak dalam aliran cerita secara mendalam, seolah menjadi pelaku dari setiap kata yang digoreskan sehingga sangat mudah memahami isi buku ini.” ( Prasetiyono Hari Mukti, Ketua Umum Karisma ITB, Mahasiswa Teknik Elektro ITB)