Kamis, 27 Januari 2011

INDAHNYA JADI MUSLIMAH 2 : SUKSES MEMBINA RUMAH TANGGA

Penulis
:
Mohammad Shoelhi
Cetakan I
:
April  2008
ISBN
:
979-3782-39-0
Ukuran
:
15 x 21 cm
Halaman
:
XII + 194 (206 halaman)
Kertas
:
Isi HVS 70gr, Cover AC 210 gr
Warna
:
Isi BW, Cover FC

Menikah dan membina rumah tangga merupakan masa yang indah dalam kehidupan seorang muslimah. Masa ini merupakan masa yang penuh dinamika dalam hidupnya. Bila sebelum menikah, ia bebas melangkah, setelah berumah tangga, langkahnya menjadi terbatas. Begitu memasuki rumah tangga, seorang muslimah harus mulai mengubah gaya hidupnya, baik secara sukarela maupun terpaksa, dan menyesuaikan diri dengan kehidupan baru bersama sang suami, membina rumah tangga sakinah ma waddah wa rahmah.
Fungsi rumah tangga yang terpenting adalah fungsi social  dengan cirri kesetiaan, kejujuran dan ketaatan. Ciri-ciri tersebut harus menonjol dalam kehidupan rumah tangga yang mengidamkan ketenangan, kebahagiaan, dan kelanggengan. Fungsi penting lainnya dalam rumah tangga adalah fungsi regenerasi, yaitu melahirkan dan membentuk generasi penerus yang lebih baik. Fungsi-fungsi ini jelas mustahil dapat dijalankan tanpa niat bulat dan kemauan kuat untuk membangun rumah tangga, sesuai tuntunan agama.

Dalam kenyataan sehari-hari, dapat kita lihat betapa banyak rumah tangga yang gagal karena menghindari atau melanggar tuntunan Islam. Betapa banyak rumah tangga yang gersang akibat tak peduli atau melalaikan tuntunan Islam karena lebih mementingkan peningkatan penghasilan keluarga, mengumpulkan harta benda, dan bersenang-senang. Mereka terpesona oleh gemerlapnya kenikmatan duniawi, dan tak terusik untuk mencari kenikmatan rohani.

Rumah tangga seperti ini tidak menyadari bahwa mereka sedang dihadapkan pada kekuatan-kekuatan merusak yang sengaja ditampilkan oleh pihak-pihak yang membenci tatanan Islam, dan berpotensi mengundang dua bahaya. Pertama, menghancurkan keluarga Islam yang timbul dari perkawinan yang benar yang ditegakkan oleh sepasang suami istri yang sadar untuk menjalankan syariat Islam. Kedua, menceburkan atau menyeret  perempuan muslimah ke dalam krisis keimanan, kejiwaan, dan social. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya kasus perselingkuhan dan perceraian yang menimpa rumah tangga muslim masa kini. Rumah tangga tidak dianggap sebagai tempat untuk menegakkan kehormatan, tetapi sebagai tempat pemuas nafsu syahwat, beradu argumentasi , kekayaan dan martabat.

Banyak rumah tangga muslim yang tidak mengerti bahwa rumah tangga Islami mendatangkan banyak kenikmatan, meringankan beban kehidupan, serta mendatangkan ketentraman . Betapa tidak! Dalam rumah tangga Islami, suami istri tunduk pada hukum Allah, saling mengingatkan akan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Kerja sama suami istri dibina sedemikian rupa melalui program keluarga yang dapat menambah rasa kasih saying dan cita rasa makna kehidupan dalam jiwa setiap anggota keluarga. Rumah tangga dijadikan sebagai lingkungan yang sehat yang mampu menjamin berkembangnya akhlak mulia dan semangat bertakwa.

Bila ada kekurangan atau pengabaian pemenuhan kebutuhan hidup dalam rumah tangganya, suami harus menerima sebagai suatu kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan. Begitu pula bila ada hal-hal yang terbengkalai dalam membina rumah tangganya, istri harus menerima itu sebagai kesalahannya yang harus dipertanggungjawabkan. Pembinaan rumah didasarkan pada prinsip memercayai bahwa kehidupan rumah tangga ditempuh atas dasar niat baik. Bila ada kesalahan suami atau istri yang tidak fatal dalam pandangan agama, mereka saling memaafkan, demi keutuhan rumah tangga.

Dalam rumah tangga Islami, perbedaan apapun yang pasti dimiliki suami istri tak pernah dijadikan alasan ketidakcocokan atau perselisihan melainkan sebagai sarana untuk mempertajam kearifan dan kebijaksanaan. Kesadaran seperti ini tidak dimilii oleh orang yang berani ingkar kepada Tuhanny, tetapi oleh istri salehah yang menyadari bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan, dan Allah tak pernah menciptakan segala sesuatu yang sia-sia.

Kamis, 20 Januari 2011

INDAHNYA JADI MUSLIMAH 1 : MANDIRI DAN PRODUKTIF DI MASA REMAJA


Penulis
:
Mohammad Shoelhi
Cetakan I
:
Januari  2008
ISBN
:
979-3782-37-4
Ukuran
:
15 x 21 cm
Halaman
:
XII + 192 (204 halaman)
Kertas
:
Isi HVS 70gr, Cover AC 210 gr
Warna
:
Isi BW, Cover FC

Masa remaja adalah masa yang paling indah. Itulah sebabnya, remaja yang menyadarinya harus memanfaatkan masa itu untuk mengukir segala pengalaman hidup yang indah dengan berbagai prestasi dan karya yang membanggakan, supaya tidak menyesal di hari tua. Imam Maliki yang begitu ketat memanfaatkan masa remajanya untuk berkarya pun, masih ingin mengulang keindahan masa remajanya, maka bisa dibayangkan apa yang dirasakan oleh mereka yang bermalas-malasan atau sama sekali tidak berbuat apa-apa di masa remajanya.

Corak keindahan masa remaja bermacam-macam, bergantung pada minat masing-masing. Ada yang senang bermain bersama teman-teman sebaya. Ada yang senang  belajar, baik sendirian maupun berkelompok. Ada yang senang berorganisasi, dll. Yang jelas, masa remaja penuh keindahan dengan melimpahnya semangat dan energi serta hidup tanpa beban.

Namun, segala sesuatu ada ambang batasnya. Ketika keasyikan sampai pada puncaknya, para remaja pun menemukan kejenuhan. Ketika berada pada titik kejenuhan, remaja yang kritis digelayuti pertanyaan. Sebenarnya hidup ini untuk apa? Untuk bermain atau belajar? Mengapa harus bermain dan belajar? Pertanyaan itu seperti kadang-kadang timbul menggoda hati kebanyakan remaja pelajar.

Dalam hidup ini setiap orang memang selayaknya menyandang misi dan punya visi agar hidup ini menjadi berarah-tujuan. Secara ringkas, visi adalah gambaran capaian di masa depan. Misi adalah batasan tugas yang selaras dengan visi. Misalnya teman kita membayangkan ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses lima tahun mendatang. Ia pun mulai menabung, mengolah tabungannya  menjalin hubungan dengan banyak orang, serta memulai suatu kegiatan usaha. Ia tahu visi dan misi hidupnya. Ia pun berusaha meraih visi dan misi hidupnya. Selain itu, remaja juga memerlukan target. Target adalah tahapan-tahapan sasaran yang ingin dicapai sehingga misi dapat terlaksana dengan baik dan visi dapat tercapai. Bila misi bisa dilaksanakan dengan baik dan visi tercapai, hidup remaja menjadi indah.

Remaja yang beriman dan berkeinginan menjadi orang saleh tentu tahu tujuan Allah SWT menciptakan hidup bagi manusia. Manusia diciptakan untuk menjadi saksi eksistensi-Nya, menauhidkan-Nya, dan yang paling utama adalah untuk menghamba kepada-Nya.

Dalam bahasa remaja, mencoba menjalankan misi hidup dimulai sejak berpredikat sebagai pelajar dengan rajin dan giat belajar seraya bersungguh-sungguh menjalankan aktivitas sesuai syariat agama. Target kecilnya memiliki kepribadian yang berahlak mulia, menguasai banyak ilmu dan berbagai keterampilan. Target besarnya tumbuhnya kemampuan diri untuk melaksanakan kewajiban sebagai muslimah yang bertanggungjawab dan rela mengorbankan selera pribadi demi kelangsungan dakwah, amar ma’ruf nahi munkar.
Buku ini dibagi menjadi 5 bagian, yaitu:
1.      Berawal dari Masa Akil Balig, berisi 15 materi menarik
2.      Membentuk Identitas Kepribadian Islam, berisi 14 materi menarik
3.      Mengambil Peran dalam Masyarakat, berisi 13 materi menarik
4.      Menempuh Jalan Hidup, berisi 9 materi menarik
5.      Berbakti Kepada Kedua Orang Tua, berisi 9 materi menarik

Buku ini tidak sebatas ditujukan untuk remaja muslimah, tetapi juga bagi remaja muslim dan orang tua karena buku ini ingin menyadarkan siapa pun tentang apa dan bagaimana seharusnya hidup yang berarah-tujuan dan bermakna.

Selasa, 11 Januari 2011

KOMUNIKASI INTERNASIONAL PERSPEKTIF JURNALISTIK

Penulis :
Drs. Mohammad Shoelhi, M.B.A., MM.


Masalah yang melingkupi hubungan antar bangsa begitu luas, rumit dan kompleks. Adanya konflik kepentingan antara satu negara dengan negara lain telah membuat peran komunikasi internasional semakin penting untuk mempertemukan, atau menjembatani konflik kepentingan tersebut hingga mengukuhkan suatu ikatan kerja sama internasional yang saling menguntungkan. Bisa dibayangkan, tanpa komunikasi internasional, suatu negara akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya dengan negara lain, dan bukan mustahil bisa terkucil dari pergaulan internasional.

Pentingnya komunikasi internasional bagi para diplomat dan konsuler atau masyarakat pada umumnya sudah diakui secara luas. Dengan mempelajari komunikasi internasional, seseorang dapat memahami bagaimana menciptakan dan memelihara hubungan internasional yang dinamis. Bagi seorang diplomat, pengetahuan itu bisa digunakan sebagai bahan mentah untuk menentukan strategi perundingan. Bagi seorang politisi internasional, hal itu bisa dimanfaatkan untuk memberikan prediksi-prediksi tentang kecenderungan arah politik internasional pada masa mendatang. Bagi seorang pengamat komunikasi internasional, hal itu bisa dimanfaatkan untuk menilai keberhasilan dan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh komunikasi internasional.

Komunikasi internasional lazimnya dipelajari dari berbagai perspektif: jurnalistik, diplomatik, propagandistik, kulturalistik, dan bisnis. Buku ini mengupas tuntas komunikasi internasional  dari perspektif jurnalistik mulai dari konsep dasar komunikasi internasional, cakupan komunikasi internasional, bentu-bentuk komunikasi internasional, system berita dan peran agen berita internasional, dimensi berita internasional, sampai pada masalah-masalah mutakhir komunikasi internasional.

Dalam perspektif jurnalistik, Komunikasi Internasional adalah studi tentang berbagai macam interaksi yang lebih bersifat mass mediated communication (MMC) yang dilakukan antara dua atau beberapa negara yang berbeda latar belakang budaya, bahasa, ideologi, politik, tingkat perkembangan ekonomi, dan sebagainya.

Komunikasi internasional dalam arti bersifat mass mediated communication (MMC), berbeda dengan bidang-bidang komunikasi lainnya. Komunikasi Internasional berbasis MMC memfokuskan perhatiannya lebih  kuat pada isu-isu sosial dan politik, ekonomi, dan kebudayaan serta pemanfaatan jaringan media massa internasional. Dalam konteks ini, ada tiga kriteria yang membedakan komunikasi internasional dengan bentuk komunikasi lainnya, sebagai berikut:

  1. Jenis pesannya bersifat internasional
  2. Komunikator dan komunikannya berbeda kebangsaan
  3. Saluran media yang digunakan bersifat internasional
Kegiatan komunikasi internasional dalam perspektif jurnalistik lazimnya dilakukan melalui saluran media cetak dan media elektronik berupa pertukaran informasi tentang peristiwa internasional untuk memengaruhi opini publik internasional, menemukan peluang bisnis, atau mendorong upaya kerja sama. Di sini para jurnalis termasuk pengamat dan penulis berperan besar dalam komunikasi internasional karena mereka mampu memengaruhi persepsi dan opini publik internasional baik dari kalangan kelompok pemerintah maupun kelompok masyarakat.

Dalam perspektif jurnalistik, komunikasi internasional dilakukan melalui media massa cetak (surat kabar, majalah, tabloid, dan berbagai publikasi cetak lainnya), dan juga melalui media massa elektronik (radion, televise, film, video, dan internet). Kegiatan komunikasi internasional lazimnya berlangsung secara wajar, objektif, dan alami. Kegiatan ini bersifat netral dan menghindari sikap sengaja memojokkan pihak lain. Walaupun demikian, ada kemungkinan perspektif jurnalistik digunakan secara subjektif untuk kepentingan propaganda dengan tujuan akhir mengubah kebijakan dan kepentingan satu negara atau memperlemah posisi negara lawan atau negara lain yang dipandang tidak/kurang bersahabat.
Buku ini sangat penting bagi para mahasiswa fakultas ilmu komunikasi, fakultas ilmu social dan ilmu politik, praktisi komunikasi internasional, politisi, dan siapa saja yang berminat terhadap masalah komunikasi internasional.

Buku karya Moh. Shoelhi yang berkaitan dengan Komunikasi Internasional:

1. DIPLOMASI, Praktik Komunikasi Internasional

2. PROPAGANDA DALAM KOMUNIKASI INTERNASIONAL

Informasi/Pemesanan hubungi : 
Pemasaran Simbiosa Rekatama Media : 022 5208370, 0877 1755 0039

Minggu, 26 Desember 2010

KOMUNIKASI HUMORIS, Belajar Komunikasi Lewat Cerita dan Humor

Penulis :
Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D.


Humor tidak hanya mengobati stress, tetapi juga mengatasi rasa sakit, menyembuhkan penyakit, dan membantu pemulihan kesehatan. Bahkan saya  dapat mengatakan untuk sukses dalam meniti karier dan mengejar cita-cita, kita harus memiliki rasa senang, dan rasa senang itu antara lain dapat kita peroleh melalui humor. Maka buku ini saya susun untuk memberikan rasa senang saat kita mempelajari komunikasi dan meningkatkan keterampilan tersebut, baik untuk tujuan akademis maupun untuk memperluas pergaulan. (Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D.)

Dalam buku ini  Deddy Mulyana menyajikan cerita dan humor ke dalam beberapa kategori komunikasi, yaitu:

  1. Komunikasi Antaretnik, tersaji 82 cerita dan humor
  2. Komunikasi Antarpribadi dan Komunikasi Pendidikan, tersaji 58 cerita dan humor
  3. Komunikasi Antarras dan Komunikasi Pariwisata,  65 cerita dan humor
  4. Komunikasi Organisasi dan Komunikasi Bisnis , tersaji 50 cerita dan humor
  5. Komunikasi Kesehatan, tersaji 16 cerita dan humor
Total cerita dan humor yang tersaji dalam buku ini sebanyak 271. Sebelum menyajikan cerita dan humor,  untuk menambah bobot ilmiah buku ini, Prof. Deddy memberikan wawasan dan pemahaman terlebih dahulu tentang apa itu Komunikasi Antaretnik, Komunikasi Antarras dan seterusnya.

Pembaca dijamin mesem-mesem, tersenyum atau yang terbiasa tertawa meledak kemungkinan akan ngakak. Pembaca akan menjadi orang yang disukai orang karena pandai menyajikan humor menyenangkan dihadapan keluarga atau teman-teman jika menceritakan kembali humor-humor dari buku ini. Jika masih belum percaya coba simak pernyataan mereka yang sudah membaca buku ini.

“Prof. Deddy Mulyana memang “gila”. Ia tidak saja piawai menulis buku Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar dan Metodologi Penelitian Kualitatif yang bermutu dan Best Seller, namun juga mampu meramu buku yang kocak dan mencerahkan ini.” (Dr. M. Iqbal Sultan, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Unhas, Makassar)

“Ternyata berkomunikasi itu tidak gampang. Lewat cerita-cerita lucu, jenaka, dan konyol, Prof Deddy menunjukkan kesulitan komunikasi tersebut. Namun Prof. Deddy mengemas semua itu dengan cara menarik, sederhana dan mudah dicerna. (Dr. Rini Sudarmanti, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Jakarta)

“Dalam buku ini Prof. Deddy mengumpulkan dan memilah kisah-kisah jenaka yang dapat Anda gunakan sebagai ilustrasi tulisan atau pembicaraan yang menarik. Jangan ragu menggunakan humor untuk membuka atau menutup suatu presentasi atau tulisan. Pastikan pendengar atau pembaca menemukan letak humornya.” (Dr. Yusuf Hamdan, Dekan Fikom dan Dosen Program Pascasarjana Fikom Unisba)

“Prof. Deddy dikenal sebagai guru besar yang memberikan kuliah berbobot ilmiah yang kerap memunculkan humor-humor segar tanpa mengurangi bobot ilmiah kuliahnya tersebut. Buku ini mencerminkan sisi kepribadiannya yang humoris. Anda bukan mahasisa atau dosen ilmu komunikasi yang “gaul” jika Anda belum membaca buku ini.” (Dr. Udung Noor Rosyad, Dosen dan Wartawan Senior)

Informasi/Pemesanan hubungi : 
Pemasaran Simbiosa Rekatama Media : 022 5208370, 0877 1755 0039

Kamis, 23 Desember 2010

QUICK READING, MENINGKATKAN DNA MEMBACA

Penulis
:
Nunu A. Hamijaya, Nunung K. Rukmana, Idea Suciati
Cetakan I
:
November 2008
ISBN
:
979-3782-46-3
Ukuran
:
16X 24 cm
Halaman
:
XII + 212  ( 234 Halaman)
Kertas
:
Isi HVS 70 gr, Cover AC 210 gr
Warna
:
Isi BW, Cover FC


Buku ini menawarkan cara baru untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat, sekaligus mengukur kecepatannya. Di dalamnya, terdapat berbagai teknik dan strategi yang dapat membuka wawasan tentang ilmu membaca yang selama ini hanya dipahami oleh kalangan terbatas. Dilengkapi dengan kuesioner, lembar kerja, bacaan untuk tes kecepatan membaca, dan informasi praktis tentang ilmu membaca yang bermanfaat bagi orang tua, guru, pelajar dan mahasiswa.

Melalui teknik penyajian gaya quantum learning, penulisnya berbagi ilmu tentang membaca secara mendalam. Uniknya sebagian besar gagasan dalam buku ini merupakan pengalaman penulis di keluarga dalam menumbuhkan dan membina minat baca anak-anaknya.

Buku ini mendapat apresiasi yang luar biasa baik dari instansi pemerintah maupun para guru dan penulis. Berikut apresiasi yang dimaksud:

Menuntun pembacanya mahir membaca dengan baik dan cepat…

“Tidak mudah menangkap saripati dari buku ilmiah dengan halaman tebal yang kita baca. Diperlukan kemahiran membaca yang efektif. Buku Quick Reading Melejitkan DNA Membaca, hasil karya para penulis berpengalaman akan menuntun pembacanya mahir membaca dengan baik dan cepat menangkap saripati ilmu yang dipelajarinya. Buku ini dipastikan akan sangat bermanfaat bagi siswa, mahasiswa, guru, dosen, birokrat, pengusaha, dan siapa pun yang ingin maju. Selamat membaca!” (Udin Koswara, S.H., M.M., Penggagas Gerakan Wakaf Buku Nasional, GEntra Masekdas, Mantan Kadis Pendidikan Provinsi Jawa Barat)

Bacaan wajib para pecinta buku, sangata aplikatif dan benar-benar bergizi. 
Quick Reading! Pokoknya, Bacalah!”

“Membaca buku ini adalah sebuah kejutan. Penulis melengkapinya dengan unsure kegiatan membaca, yakni pentingnya potensi otak dan mata. Kekhasan penulis adalah selalu memberikan aplikasi latihan sederhana sehingga pembaca terlibat aktif dengan isi buku. Penulis tahu persis persoalan klasik dan memberi follow up dengan berbagai latihan, teknik, dan strategi membaca. Jadi tidak bisa dipungkiri, buku ini memang layak menjadi bacaan wajib para pecinta buku, sangata aplikatif dan benar-berar bergizi. Quick Reading! Pokoknya, Bacalah!” ( Drs. Erwan Juhara, M.M., Penulis Buku Teks Nasional, guru, sastrawan, budayawan, dan Ketua AGUPENA Jabar)

Sungguh penemuan yang cukup spektakuler!

“Buku fenomenal yang bisa melejitkan gairah membaca. Saya telah diuji dan mengujinya. Bagaimanapun, membaca adalah poros penting pembangunan manusia seutuhnya sekaligus menjadi roh peradaban bangsa. Sungguh penemuan yang cukup spektakuler!” ( Yusuf Burhanuddin, Lc., Penulis, Pemerhati budaya dan keagamaan)

Inilah buku yang membantu kita semua dalam mengolah kata-kata menjadi makna

“Buku ini tak hanya informative, tetapi menantang kita untuk segera membaca dengan metode yang menarik. Inilah buku yang membantu kita semua dalam mengolah kata-kata menjadi makna. Karena ditulis berdasarkan pengalaman, metode dalam buku ini layak dipercaya dan dicoba!” (Bambang Q-Anees, Penulis, Dosen, Sastrawan dan Budayawan)

Rabu, 22 Desember 2010

METODOLOGI PENELITIAN untuk PUBLIC RELATIONS, KUANTITATIF DAN KUALITATIF

Penulis
:
Dr. Elvinaro Ardianto, M.Si
Cetakan I
:
Desember 2010
ISBN
:
978-979-3782-64-5
Ukuran
:
16 x 24 cm
Halaman
:
xvi  + 304 (320halaman)
Kertas
:
Isi HVS 70 gr, Cover AC 210 gr
Warna
:
Isi BW, Cover FC

This book gives a specific nuance to serve the entire perspective of public relations research than can be applied and needed in Indonesia

"Research is knowledge based on fact, while theories can perform a distinctive function describing the phenomena  associated with public relations. Without research, how a public relations activity can be planned, programmed and evaluated. Research on public relations will result in better understanding on what we did, while research for public relations is needed for theoretical development of public relations. There is a growing trend to combine both quantitative and qualitative. This book gives a specific nuance to serve the entire perspective of public relations research than can be applied and needed in Indonesia." (Elizabeth Goenawan Ananto, Ph.D, FIPRA, President of International Public Relations Association (IPRA)


Buku ini bisa menjadi pedoman bagi Praktisi dan Akademisi PR untuk melakukan penelitian

"Program atau kegiatan Public Relations sebaiknya dibuat berdasarkan data atau fakta di lapangan atau berdasarkan hasil penelitian, tidak hanya berdasarkan perasaan atau spekulasi saja. Sehingga setiap program dapat mencapai sasaran dan dapat memelihara citra dan reputasi organisasi atau perusahaan. Saya menyambut baik atas terbitnya buku ini sebagai salah satu khazanah menambah perbendaharaan buku PR yang ditulis dalam Bahasa Indonesia, juga isi buku ini bisa menjadi pedoman bagi praktisi dan akademisi PR untuk melakukan penelitian." (Muslim Basya, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Perhumas/Public Relations Association of Indonesia)

Buku ini bisa dijadikan sebagai referensi bagi kalangan yang bergelut di dunia Advertising dan Advertiser

"INDUSTRI kreatif iklan tidak bisa lepas dari dunia Public Relations, di mana perusahaan, organisasi, dan kalangan birokrat bisa menjadi ambassador untuk membangun pencitraan positif terhadap publik, baik itu berkaitan dengan event, campaign, maupun programme. Selama ini saya lebih banyak aktif di dunia periklanan sehingga buku ini sangat bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai referensi bagi kalangan yang bergelut di dunia advertising dan advertiser. Metode penelitian Public Relations dapat pula dijadikan acuan bagi dunia periklanan karena memiliki kaitan yang erat dengan industri kreatif khususnya dalam membentuk image dan menjalin hubungan baik dengan publik." (H. Muhammad Zaki, Ketua Umum BPC Perhumas Bandung-Jawa Barat)

Buku ini memberikan nuansa baru dalam Metode Penelitian PR....

"PUBLIC RELATIONS saat ini berkembang sebagai ilmu dan sebagai profesi telah mengalami perkembangan yang cepat dan signifikan dalam masyarakat, organisasi profit dan non-profit. Setiap upaya pengembangan PR dalam ranah keilmuan dan tatanan praktis atau profesi, penelitian PR menjadi satu upaya yang sangat penting dilakukan. Selaku akademisi PR, saya sangat mengapresiasi terhadap penulis buku ini untuk memberikan nuansa baru dalam metode penelitian PR, sebagian paparan dalam buku ini mencoba mengungkap tentang sejumlah teori PR, dan juga tentang metode penelitian kualitatif PR yang akhir-akhir ini semakin banyak dilakukan, di samping penelitian kuantitatif. Buku ini telah menambah khasanah keilmuan di Bidang PR, khususnya di Indonesia." (Dr. Suwandi Sumartias, Drs. M.Si. Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilm Komunikasi Universitas Padjadjaran).

Selasa, 14 Desember 2010

FILSAFAT SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI

Penulis
:
Prof. Dr. Nina W. Syam, M.S
Cetakan I
:
November 2011
ISBN
:
978-979-3782-65-2
Ukuran
:
18,8 x 24 cm
Halaman
:
270 halaman
Kertas
:
Isi HVS 70 gr, Cover AC 210 gr
Warna
:
Isi BW, Cover FC




Filsafat sebagai akar ilmu komunikasi merupakan ide baru penulis yang bermaksud mengintegrasikan ilmu-ilmu yang multidisiplin ke dalam suatu kajian yang dapat memperkaya dan memperluas pengetahuan dan wawasan keilmuan tersebut, yakni komunikasi. Di sini kita dapat mengkaji ilmu komunikasi dari berbagai kacamata keilmuan, yakni social, eksakta, bahkan humaniora.

Sudah tentu bahwa filsafat sebagai akar ilmu sekaligus landasan ilmiah komunikasi karena filsafat merupakan induknya ilmu-ilmu (mother of science) yang ada di dunia ini. Atau dapat kita sebut dengan Land of Science dalam analogi perspektif Pohon Komunikasi. Di sini, cabang utama filsafat, yaitu metafisika Umum (ontology) dan metafisika khusus (teologi, psikologi, antropologi, dan kosmologi), epistemology, dan aksiologi memegang peranan penting untuk penjabaran dan penerapannya. Ditambah dengan kajian filsafat dari segi kefilsafatannya, seperti logika, etika dan estetika.

Buku ini merupakan buah pemikiran penulis selama bertahun-tahun memberi kuliah dalam bidang ilmu komunikasi di Universitas Padjadjaran, khususnya mata kuliah Landasan Ilmiah Komunikasi untuk program S2 dan S3, yang baru dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu.

ISI BUKU:

1.      ANALISIS POHON KOMUNIKASI
2.      SEJARAH PEMIKIRAN FILSAFAT DAN SEJARAH FILSAFAT KOMUNIKASI
  • SEJARAH PEMIKIRAN FILSAFAT TIMUR (ISLAM)
  • SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT KOMUNIKASI DI YUNANI, ROMAWI, EROPA, AMERIKA DAN PERSPEKTIF ISLAM
3.      BERKENALAN DENGAN FILSAFAT
4.      METAFISIKA
5.      EPISTEMOLOGI
6.      AKSIOLOGI
7.      FILSAFAT SEBAGAI DEMITOLOGI METAFISIS
8.      FILSAFAT SEBAGAI DIALOG RASIONAL
9.      FILSAFAT SEBAGAI ILMU TELEOLOGIS
10.  FILSAFAT SEBAGAI KESANGSIAN MEDIATIF
11.  DARI METAFISIKA KE LOGIKA
12.  GEOMETRI LOGIKA
13.  FILSAFAT ILMU DALAM ILMU KOMUNIKASI

Buku Filsafat Komunkasi lainnya: