Kamis, 02 Mei 2013

THE END OF SARITEM, Study Komunikasi Politik

Drs. Pitoyo, M.I.Kom

 
Cetakan I, 2013
ISBN : 978-602-7973-01-5
Ukuran : 15 x 21 cm
Halaman : 192 Halaman
Kertas isi : HVS 70 gram,


Informasi harga terkini kontak WA ke 089643965153

Keberadaan lokalisasi Saritem yang telah berlangsung sekitar dua abad, pada awal pemerintahan Wali Kota Bandung Dada Rosada mulai diusik masyarakat, khususnya organisasi massa Islam di Kota Bandung.

Sebelumnya desakan masyarakat kepada pemerintah Kota Bandung untuk menutup Saritem ini mulai terasa pada tahun 2000 pada masa pemerintahan Wali Kota Aa Tarmana yang direspon dengan melakukan pembinaan pada warga sekitar Saritem dengan mendirikan Pondok Pesantren Daar at Taubah yang selesai pembangunannya tanggal 2 Mei 2000.

Upaya pembinaan lokalisasi Saritem ternyata belum memuaskan masyarakat Kota Bandung.Eskalasi tuntutan meningkat dari desakan untuk menertibkan  menjadi tuntutan agar lokalisasi Saritem ditutup secara permanen.

Pada 7 April 2007, sebuah organisasi massa Islam bernama Bandung Maksiat Watch (BMW) didirikan dan dihadiri oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada. Ketua BMW dalam sambutannya meminta dengan tegas agar wali kota Bandung menutup lokalisasi Saritem dalam waktu secepatnya setahun dan paling lambat dua tahun.

Wali Kota Bandung Dada Rosada dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah Kota Bandung sangat serius untuk melakukan penutupan Saritem sesuai Perda K3. Untuk itu, pemerintah Kota Bandung menegaskan sanggup menutup lokalisasi Saritem dalam waktu satu bulan.
Wali Kota Bandung pun meminta dukungan semua organisasi massa Islam di Kota Bandung  untuk turut menyosialisasikan program yang mendadak ini agar target waktu satu bulan  dapat terealisasi dengan baik. Hal yang terpenting, yakni penutupan lokalisasi Saritem secara damai tidak ada konflik horizontal di masyarakat kota Bandung

Bagaimana Komunikasi Politik Wali Kota Bandung Dada Rosada kepada masyarakat di Saritem, mucikari, PSK dan organisasi massa Islam serta masyarakat di luar Saritem sehingga penutupan berjalan lancar? Inilah hal yang menarik penulis buku ini untuk melakukan penelitian dan menghasilkan buku dengan judul THE END OF SARITEM, Study Komunikasi Politik

Untuk informasi dan pemesanan bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media


Selasa, 26 Maret 2013

KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Dr. Yosal Iriantara 
Usep Syaripudin, M.Ed


Cetakan I, 2013
ISBN : 978-979-7973-00-8
Ukuran : 16 x 24 cm
Halaman :  208 Halaman
Kertas isi :  HVS 70 gram,

Dunia pendidikan kita sedang bergiat dengan peningkatan mutu. Tema tentang mutu pendidikan menjadi pembahasan di berbagai forum. Berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan Indonesia. Secara manajerial, konsep yang awalnya dipergunakan dalam dunia bisnis juga mulai dijalankan dalam mengelola lembaga pendidikan. Manajemen strategis, Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management, diterapkan juga di lembaga pendidikan. 
Namun, Max de Pree menulis pernyataan yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. "Kita bicara soal mutu barang dan jasa. Tapai bagaimana dengan mutu relasi kita, mutu komunikasi kita, dan mutu janji-janji kita kepada orang lain?" Pernyataan itulah yang membuat kita juga perlu memperbaiki terus mutu komunikasi dan relasi kita, khususnya di lembaga pendidikan dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan.

Perbaikan mutu komunikasi dan relasi lembaga pendidikan dengan stakeholder merupakan salah satu prasyarat dalam memperbaiki mutu pendidikan kita. Proses pendidikan pada dasarnya merupakan proses komunikasi antara pendidik dan terdidik serta antarterdidik sendiri. Komunikasi yang baik tentunya akan berdampak pada hasil belajar.

Buku ini memadukan konsep yang dikembangkan dalam ilmu komunikasi dan ilmu pendidikan untuk memperbaiki mutu komunikasi dan relasi lembaga pendidikan dengan stakeholder. Karena itu, buku ini selain dimaksudkan untuk mahasiswa yang mendalami administrasi/manajemen pendidikan, juga untuk mahasiswa ilmu komunikasi yang tertarik pada dunia pendidikan, serta praktisi pendidikan pada berbagai alur dan jenjang pendidikan.

______________
Tentang Penulis :

Dr. Yosal Iriantara adalah dosen Fakultas Ilmu Komunikasi dan Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara, serta konsultan di beberapa kementerian. Pendidikan S-1 diselesaikan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung. S-2 diselesaikan di Program Pascasarjana Universitas Nusantara Bandung, dan S-3 di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Usep Syaripudin, M.Ed adalah dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara dan Program Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon. Sarjana Pendidikan (S.Pd) bidang Bahasa Inggris diraih dari FKIP Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Master Ilmu Pendidikan (M.Ed) dari University of Arkansas, Fatetteville, USA, pada bidang Educational Leadership.

Untuk Informasi dan Pemesanan buku ini bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media

Rabu, 20 Maret 2013

KOMUNIKASI POLITIK PADA ERA MULTIMEDIA

Roni Tabroni


Cetakan I, 2012
ISBN :978-979-3782-89-8
16 x 24 cm, 196 Halaman
Isi : HVS 70 gram, B/W ; Sampul : AC 210 gram
Penjilidan : Perfect Binding
Harga : Kosong/Revisi



Perubahan sistem pemili di Indonesia telah membuka ruang partisipasi publik dalam bentuk pemilihan langsung. Kemenangan pun tidak lagi ditentukan berdasarkan nomor urut, tetapi berdasarkan banyaknya suara yang memilih. Untuk mendapatkan simpati publik dan memperoleh suara terbanyak pada saat pemilu, pola-pola kampanye tradisional sudah tidak zaman lagi. Masyarakat tidak bisa lagi didikte, mereka punya kebebasan untuk menentukan sikap dan pilihan politiknya. Mau tidak mau cara berkomunikasi dalam proses kampanya politik pun harus menggunakan pola-pola modern yang lebih kreatif dan inovatif dengan menyertakan konsultan PR, termasuk di dalamnya media apa yang akan digunakan.

Media massa dan politik tidak bisa dipisahkan karena media memiliki posisi sebagai saluran komunikasi politik yang sangat efektif. Media massa memainkan peran yang sangat penting dalam politik. Ia memiliki kemampuan untuk membuat seseorang  cemerlang dalam karier politiknya. Selain melalui media cetak dan elektronik, seiring dengan semakin bertambahnya pengguna internet saat ini, internet dapat dijadikan media kampanya yang efektif. Obama telah membuktikan kesuksesannya bukan hanya dalam konteks penggunaan internet dan media sosial sebagai media kampanye yang efektif, melainkan juga sangat ampuh dalam meraih simpati publik.

Buku ini memberikan wacana baru tentang bagaimana menjadikan internet dan media sosial sebagai bagian dari diskursus yang harus dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses kampanye politik di lapangan.

Disajikan berdasarkan urgensi pesan yang diawali dengan konsep dsar komunikasi dan komunikasi politik : etika komunikasi; opini publik; pemasaran politik; sampai pemahaman tentang media, termasuk internet dan media sosial

Disajikan pula contoh penggunaan internet dan media sosial dalam aktivitas politik, khususnya dalam kampanye pemilihan Presiden Amerika 2008 dan 2012. Buku ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen komunikasi politik, para praktisi politik, tim kampanye politik, serta masyarakat yang tertarik dengan wacana komunikasi politik.

Buku lain terkait judul buku ini :
    Penulis : DR. Mahi M. Hikmat

Untuk Informasi dan Pemesanan buku bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media

Senin, 18 Februari 2013

PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS DONGENG

Kak Hendri

 
Cetakan I, 2013
ISBN : 978-979-3782-91-1
15 x 21 cm, 144 Halaman
Isi : HVS 70 gram, B/W ; Sampul : AC 210 gram
Penjilidan : Perfect Binding
Harga : Rp. 40.000



Kehadiran pendidikan karakter sebagai kurikulum dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini diharapkan dapat membentuk generasi bangsa yang lebih baik. Adapun visi dari pendidikan karakter adalah pengolahan dan pembinaan karakter anak bangsa agar menjadi anak yang memiliki kepribadian santun, cerdas, serta kreatif. Dan misi pendidikan karakter adalah mencetak generasi-generasi unggul yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian positif seperti jujur, disiplin, kreatif, memiliki hasrat juang yang tinggi, bertanggungjawab, pantang menyerah, memiliki jiwa kepemimpinan, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk mewujudkan visi dan misi pendidikan karakter tersebut, dibutuhkan alat dan metode yang tepat. Dalam buku ini, dongeng dijadikan alat untuk mendukung tercapainya visi dan misi pendidikan karakter. Mengapa dongeng? Dongeng dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pengajaran kepada anak-anak, baik di rumah maupun di sekolah. Dengan mendongeng, penyampaian pesan-pesan moral yang sesuai dengan misi pendidikan karakter dapat berlangsung dengan baik. Anak-anak tidak merasa digurui. Semua pesan mengalir dan menyerap ke dalam pikiran dan hati mereka. Tradisi mendongeng yang disampaikan nenek moyang kita secara turun temurun bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan kepribadian anak-anak setelah mereka dewasa. Bukan hanya itu , kebiasaan mendongeng orang tua kepada anak-anaknya sejak dini ternyata memengaruhi kecerdasan dan pola pikir mereka sehingga berdampak pada kemajuan negara 25 tahun ke depan.

Buku ini membahas secara tuntas bagaimana mendongeng dapat menjadi metode penyampaian dan pengajaran pesan-pesan moral serta budi pekerti yang sangat efektif. Tidak hanya itu, penulis juga menjelaskan bagaimana menerapkan dan membudayakan pendidikan karakter berbasis dongeng di lingkungan sekolah atau rumah, teknik menghafal super cepat dan tahan lama (tidak mudah lupa) dengan teknik mendongeng. Karena itu, buku ini akan sangat bermanfaat bagi para guru, calon guru dan orang tua.

Buku-buku Pendidikan Karakter lainnya dapat dilihat di :

BUKU PENGEMBANGAN KARAKTER  

Rabu, 28 November 2012

SOSIOLOGI SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI

Prof. Dr. Nina W. Syam, M.S.

 
Cetakan I, 2012
ISBN : 978-979-3782-90-4
18,8 x 24 cm, 198 Halaman
Isi : HVS 70 gram, B/W ; Sampul : AC 210 gram
Penjilidan : Perfect Binding
Harga : Kosong



Sosiologi sebagai Akar Ilmu Komunikasi merupakan buku keempat dari 8 (delapan) judul Seri Pohon Komunikasi, sekaligus sebagai salah satu landasan ilmiah komunikasi dari 8 (delapan) landasan yang akan disajikan (filsafat, psikologi, psikologi sosial, sosiologi, antropologi, biologi, fisika dan matematika).

Ilmu komunikasi merupakan cabang yang berakar dari berbagai ilmu sosial, salah satunya adalah sosiologi. Sosiologi adalah ilmu tentang manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi antara satu sama lain dengan cara berkomunikasi. Sosiologi sebagai akar ilmu komunikasi merupakan inti penjabaran dari hubungan sosiologi dan komunikasi karena dalam sosiologi, kajian komunikasi menjadi unsur terpenting dalam seluruh kehidupan manusia.

Dalam Sosiologi sebagai Akar Ilmu Komunikasi, interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat merupakan perwujudan dan komunikasi yang bersifat konkret. Interaksi yang terjadi diantara manusia menimbulkan kontak sosial. Di sini, makna sangat penting ditafsirkan oleh individu yang mendapat informasi karena makna yang dikirim oleh komunikator kepada komunikan menjadi sangat subjektif. Ini ditentukan kontak sosial ketika informasi itu dikirim dan diterima.

Buku Seri Pohon Komunikasi sebelumnya :

1. FILSAFAT SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI

2. PSIKOLOGI SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI

3. PSIKOLOGI SOSIAL SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI

Senin, 22 Oktober 2012

KOMUNIKASI DAKWAH: TEORI, PENDEKATAN DAN APLIKASI

Prof. Dr. ASep Saeful Muhtadi


Cetakan I, 2012
ISBN : 978-979-3782-88-1
16 x 24 cm, 220 Halaman
Isi : HVS 70 gram, B/W ; Sampul : AC 210 gram
Penjilidan : Perfect Binding
Harga : Rp. 66.000

 

Secara umum, makna aktivitas dakwah dan komunikasi sering dipandang sama. Pandangan umum berkaitan dengan makna dan persentuhan antara dakwah dan komunikasi, dakwah merupakan bagian dari komunikasi atau komunikasi merupakan bagian dari dakwah, kraung tepat. Memang, sepintas aktivitas dakwah  dan komunikasi tampaik sama atau berhimpitan satu sama lain karena keduanya memiliki objek yang sama, aktivitas manusia. Namun, dari sisi konsep, konteks ilmu, metodologis, dan makna; keduanya berbeda. Walaupun demikian, kedua ilmu itu dapat saling memberikan kontribusi.

Buku ini berusaha menyajikan berbagai persoalan seputar pemikiran dan fenomena komunikasi yang melekat pada aktivitas dakwah. Dengan paparan yang sederhana, konsep-konsep komunikasi dielaborasi untuk menghubungkan perkembangan media baru dengan kepentingan penyelenggara dakwah. BAgaimana perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, baik media cetak, elektronik, film, dan internet, dapat memberikan kontribusi terhadap efektivitas dakwah. Uraiannya dibagi menjadi 3 bagian:Pertama, persentuhan komunikasi dengan dakwah; Kedua, pendekatan dakwah melalui media; dan Ketiga, fakta dan pemikiran seputar aplikasi komunikasi dalam dakwah. Tidak hanya itu, dalam buku ini pun disertakan hasil penelitian penulis tentang komunikasi lintas agama di sebuah permukiman perkotaan.

Buku ini tidak hanya dapat dijadikan sebagai rujukan oleh kalangan akademisi, tetapi juga oleh praktisi, seperti Ustadz, Kiai, dan masyarakat umum yang berminat terhadap masalah dakwah dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian maju.

Buku Komunikasi Dakwah lainnya:

    Penulis : Dr. H. Bambang S. Ma’arif, M.Si

Untuk Informasi dan Pemesanan buku bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media

Minggu, 05 Agustus 2012

PSIKOLOGI SOSIAL SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI

Prof. Dr. Nina W. Syam
 
Cetakan I, 2012
ISBN : 978-979-3782-87-4  
18,8 x 24 cm, 264 Halaman
Isi : HVS 70 gram, B/W ; Sampul : AC 210 gram
Penjilidan : Perfect Binding  
Harga : Rp. 87.000



Psikologi Sosial sebagai akar ilmu komunikasi merupakan buku ketiga dari 8 (delapan) judul Seri Pohon Komunikasi, sekaligus sebagai salah satu landasan ilmiah komunikasi dari 8 landasan yang disajikan.

Psikologi sosial dipilih sebagai akar ilmu sekaligus landasan ilmiah komunikasi ketiga karena psikologi sosial merupakan ilmu yang mengkaji perilaku individu manusia yang hidup dalam masyarakat (individual in society), yang dalam tatanan komunikasi dikenal dengan komunikasi antarpribadi (interpersonal communication), komunikasi kelompok (group communication), komunikasi publik (public communication), dan komunikasi massa (mass communication).


Psikologi Sosial dikaji untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi yang terjadi antarmanusia sebagai individu atau antara individu dengan kelomok, publik dan khalayak (massa) yang bersifat konkret. Psikologi sosial sebagai landasan ilmiah komunikasi berupaya mengkaji peran dan fungsi manusia dalam tatanan kehidupan sosial dengan memperhatikan fungsi dirinya secara psikologis untuk dapat memahami diri dan lingkungannya sehingga tercipta suasana yang harmonis.

Buku ini merupakan buah pemikiran penulis selama bertahun-tahun memberi kuliah dalam bidang ilmu komunikasi di Universitas Padjadjaran, khususnya mata kuliah Ilmu Komunikasi untuk program S2 dan S3. Ini menjadi suatu kesempatan yang sangat berharga  bagi penulis untuk terus mengeksplorasi ilmu agar tidak tertinggal jauh oleh kemajuan zaman.

Buku-buku Seri Pohon Komunikasi yang telah terbit terlebih dahulu :

1. FILSAFAT SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI

2. PSIKOLOGI SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI

3.SOSIOLOGI SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI

Untuk Informasi dan Pemesana buku bisa kontak ke Simbiosa Rekatama Media